NasionalNews

Partisipasi Syariah Baru 7,6 Persen, OJK-Kemenag Luncurkan Buku Edukasi

SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Agama Republik Indonesia resmi meluncurkan Buku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA) 2026 sebagai upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Peluncuran buku tersebut dilakukan dalam rangkaian penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 di Jakarta.

Kehadiran buku saku ESA diharapkan menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam memahami pengelolaan keuangan, khususnya berbasis prinsip syariah dengan pendekatan nilai-nilai agama yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menilai bahwa tingkat pemanfaatan ekonomi syariah di Indonesia masih perlu ditingkatkan.

Ia menyoroti adanya kesenjangan antara besarnya jumlah populasi muslim dengan tingkat adopsi ekonomi syariah.

“Jadi mestinya peningkatannya jauh lebih tinggi. Tapi apapun namanya, itu jauh lebih baik daripada datar seperti selama ini. Saya melihat ada kurvanya naik, saya juga mengikuti perkembangan tahun lalu dibandingkan dengan tahun ini ada peningkatan, dan ini juga apresiasi saya kepada Ibu Kiki,” kata Nasaruddin.

BACA JUGA  Hadiri Pelantikan Anggota DPRD Kota Makassar Periode 2024-2029, Indira Yusuf Ismail Ucapkan Selamat

Ia menyebutkan, dengan jumlah populasi muslim yang mencapai sekitar 244 juta jiwa, tingkat partisipasi dalam ekonomi syariah baru berada di kisaran 7,6 persen.

Angka tersebut dinilai masih tertinggal dibandingkan negara seperti Malaysia yang telah mencapai sekitar 67 persen.

OJK berharap buku ESA mampu menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan, sekaligus meningkatkan pemahaman serta kemampuan dalam mengelola keuangan secara bijak.

Peluncuran ini turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Deputi Komisioner OJK Rizal Ramadhani dan Deden Firman Hendarsyah, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, serta Ketua Badan Pelaksana Harian DSN-MUI Cholil Nafis.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai lembaga seperti Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

BACA JUGA  Wali Kota Munafri Pimpin Apel Hari Santri 2025, Sampaikan Amanat Menteri Agama RI

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa sektor keuangan syariah memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang sudah baik tersebut, tentunya juga menjadi fondasi kita yang kuat bagi perekonomian Indonesia. Peluang tersebut tidak luput dari berbagai peluang yang kita miliki saat ini. Potensi demografis, sosial, dan ekonomi masyarakat, yang didukung dengan basis populasi muslim sebesar 244,7 juta orang. Ini luar biasa tentu potensinya,” ujarnya.

Melalui peluncuran Buku ESA dan penyelenggaraan GERAK Syariah 2026, OJK menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button