
Hal tersebut menjadi alasan dirinya turun langsung ke lapangan latihan untuk berdialog dengan manajemen dan pelatih, termasuk berdiskusi dengan Sadikin selaku pihak manajemen tim. Ia berharap ada langkah konkret untuk mengembalikan performa tim.
Munafri menilai secara komposisi, skuad PSM saat ini cukup kompetitif. Namun, dibutuhkan sentuhan manajerial dan strategi yang tepat agar permainan kolektif tim kembali solid dan mampu menghasilkan kemenangan.
“Kalau melihat komposisi, ini tidak jelek, tapi butuh cara untuk membangkitkan permainan kolektif,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya momentum kebangkitan, khususnya menjelang laga tandang melawan PSIM Yogyakarta. Menurutnya, pertandingan tersebut dapat menjadi titik balik sebelum kembali menjalani laga kandang.
Lebih jauh, Munafri mengingatkan pentingnya menanamkan nilai budaya lokal seperti Siri’ na Pacce dalam diri para pemain sebagai sumber semangat juang dan solidaritas tim.
“Pemain harus punya fighting spirit, punya Siri’ na Pacce. Itu yang akan membuat mereka tampil maksimal,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan perlunya perubahan nyata dalam tubuh tim, baik dari sisi taktik, manajemen, maupun suasana internal. Menurutnya, tim tidak boleh terjebak dalam kondisi monoton yang berpotensi menurunkan motivasi pemain.





