
“Untuk pulau-pulau, ini juga penting karena kita sedang fokus pada kemandirian energi di wilayah kepulauan. Mereka di sana hanya punya 6 jam listrik dalam sehari,” ungkap Munafri.
Appi menegaskan bahwa kebutuhan listrik yang stabil dan efisien di pulau menjadi tantangan yang harus dijawab melalui inovasi teknologi.
Karena itu, ia meminta rencana program tersebut segera ditindaklanjuti dengan data teknis yang komprehensif, khususnya terkait daya tahan dan efektivitas panel surya.
“Untuk skenario kerjanya, saya minta dibuatkan analisis yang lebih mendalam untuk pengalihan lampu konvensional ke LED Smart,” ujar Appi.
Sementara itu, General Manager Ecolant Co., Ltd Korea Selatan, Youngho Baik, menjelaskan bahwa sistem smart street lighting dirancang untuk mendukung efisiensi energi sekaligus memudahkan pengelolaan infrastruktur penerangan.
Ia juga menambahkan bahwa aspek estetika menjadi bagian penting dalam pengembangan kota modern.
“Makassar adalah kota yang sangat bagus, kami melihat potensi besar untuk menghadirkan pencahayaan kota yang premium seperti di jalan-jalan Eropa. Ini bisa menjadi solusi untuk memperkuat branding kota melalui prototipe smart lighting,” pungkasnya. (*)





