
Ia menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Selain itu, program ini juga membuka peluang ekonomi melalui keterlibatan berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan hingga perkebunan sebagai bagian dari rantai pasok.
Dalam kegiatan tersebut, OJK berperan tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai katalis dan fasilitator yang menghubungkan pelaku usaha dengan akses pembiayaan serta memperkuat pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah.
Melalui FEBIS, pelaku usaha dipertemukan langsung dengan lembaga jasa keuangan dalam sesi business matching guna membuka peluang pembiayaan yang lebih luas.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya, menegaskan pentingnya program MBG dalam meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.
“Program ini menyasar kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, serta peserta didik, termasuk para santri. Pemerintah ingin memastikan bahwa bahkan sejak dalam kandungan, generasi penerus bangsa sudah mendapatkan asupan gizi yang baik,” kata Sony.





