
Menurut Prof JJ, pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam mendukung pelaksanaan program kerja yang akan dilakukan. Dirinya menegaskan, seluruh rencana kerja tersebut tidak akan berjalan secara parsial, melainkan melibatkan berbagai mitra industri sebagai bagian dari ekosistem kolaboratif.
“Misalnya saja dalam pengembangan sektor perikanan, pemanfaatan tambak diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga sebagai ruang pengembangan sumber daya manusia dan inovasi teknologi yang relevan. Masih banyak sektor kolaborasi yang bisa kita lakukan bersama, dan harapannya bisa segera diwujudkan,” jelas Prof JJ.
Dari sisi pemerintah daerah, Aulia Rahman memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan pembangunan wilayah yang dipimpinya melalui program “Kukar Idaman Terbaik”. Program ini berfokus pada transformasi ekonomi menuju sektor-sektor terbarukan yang lebih berkelanjutan. Dirinya mengharapkan, Unhas mampu mengambil peran mendukung program kerja tersebut.
Dirinya juga menekankan pentingnya penyiapan sumber daya manusia sebagai penggerak utama pembangunan. Melalui roadmap yang telah disusun, berbagai sektor strategis diharapkan dapat berkembang secara berkesinambungan dengan dukungan kolaborasi bersama Unhas.





