
Dalam momen ini, Aliyah Mustika Ilham menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan yang berkelanjutan.
“Momentum Hari Kartini ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perempuan harus terus diberi ruang untuk berkembang. Melalui pelatihan seperti ini, kita ingin memastikan para ibu memiliki keterampilan yang bisa meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga,” ujar Aliyah Mustika.
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan berbasis kompetensi memiliki peran strategis dalam membuka peluang usaha bagi masyarakat.
“Pelatihan seperti batik ciprat dan menjahit ini bukan hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan agar dapat mandiri dan berdaya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala KTU Sentra Wirajaya, Yusran, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Makassar terhadap kegiatan pembinaan di sentra tersebut.
Ia menjelaskan bahwa program pelatihan ini menyasar masyarakat dari kelompok desil 1 hingga desil 4, dengan tujuan meningkatkan keterampilan fungsional yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.





