
Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2025 lalu, kota Makassar berhasil meraih Harmony Award dari Kementerian Agama RI.
Capaian tersebut sebagai representasi bahwa masyarakat di kota ini berhasil merawat ruang yang inklusif.
“Alhamdulillah 2026 lalu, Kota Makassar mendapat penghargaan karena nilai toleransi kita sangat baik di kota ini,” katanya.
Meski demikian, Appi menekankan pembangunan masyarakat yang inklusif tidak berhenti disitu, masyarakat perlu memahami nilai-nilai kebersamaan sebagai modal penting dalam menjaga harmoni sosial yang akan memperkuat pembangunan daerah.
Lebih jauh, Appi juga menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk hidup berdampingan dan saling mendukung sebagai sesama warga kota.
“Yang membedakan kita cuma akidah. Tetapi untuk hidup bersama-sama, tidak ada yang bisa membatasi kita untuk hidup saling berdampingan, saling bergandengan tangan demi tujuan untuk membangun Kota Makassar yang kita cintai ini,” tutupnya. (*)





