
“Peran orang tua, guru, dan lingkungan sekitar sangat penting agar setiap anak mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal,” ujarnya.
Melinda juga menyebut penguatan PAUD inklusif sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar, yakni Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan akses layanan dan perlindungan bagi perempuan, anak, serta penyandang disabilitas.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman orang tua dan pendidik tentang pola asuh positif, penuh kasih sayang, dan responsif terhadap kebutuhan anak.
Sementara itu, Kepala DP3A Kota Makassar, Ita Anwar, mengatakan konsep parenting di satuan PAUD inklusif sangat penting agar orang tua dan tenaga pendidik memiliki pemahaman yang tepat dalam mendampingi anak tanpa perlakuan diskriminatif.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari narasumber psikolog, di antaranya Eva Meizara Puspita Dewi tentang pembangunan ekosistem parenting inklusif di PAUD, serta Zaenab Pontoh yang membahas strategi penanganan anak berkebutuhan khusus melalui kolaborasi guru dan orang tua.
Melalui sesi ini, para peserta dibekali contoh kasus dan langkah praktis yang dapat diterapkan langsung di lingkungan sekolah, guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kota Makassar. (*)





