
Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung penuh proses pembangunan, termasuk dalam hal perizinan yang dilakukan secara transparan melalui sistem satu pintu. Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk praktik percaloan dalam proses investasi.
“Kami pastikan semua proses perizinan berjalan transparan dan tidak ada percaloan,” tegasnya.
Selain itu, Munafri juga berharap agar pengelola kawasan memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat berkembang bersama dalam ekosistem ekonomi modern.
“Kami ingin UMKM lokal juga mendapat tempat dan tumbuh bersama dalam kawasan ini,” tambahnya.
Pengembangan Mal Ratu Indah ini diharapkan mampu menghidupkan kembali salah satu ikon pusat perbelanjaan di Makassar. Dengan lokasi strategis dan konsep kawasan terpadu, proyek ini diyakini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru serta destinasi bagi masyarakat.
Munafri juga mengungkapkan capaian investasi Kota Makassar yang menunjukkan tren positif. “Realisasi investasi Makassar pada 2025 mencapai Rp5,29 triliun, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya.





