
Kondisi ini memaksa pihak rumah sakit bergantung pada suplai air dari pihak ketiga dengan biaya mencapai sekitar Rp1,9 juta per hari untuk kebutuhan 30.000 liter.
Di sisi lain, jaringan layanan PDAM Makassar belum menjangkau kawasan Tallasa City secara optimal. Terdapat dua potensi sumber air, yakni dari arah Jalan Perintis Kemerdekaan dan kawasan permukiman di belakang rumah sakit, namun uji tekanan air (test pressure) belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa kehadiran RS Mata Makassar merupakan hasil perjuangan panjang bersama Komisi IX DPR RI, sehingga keberlangsungan operasionalnya menjadi tanggung jawab bersama.
“Rumah sakit ini lahir dari proses panjang dan aspirasi banyak pihak. Karena itu, menjadi tanggung jawab moral kita untuk memastikan seluruh kebutuhan dasarnya, termasuk air bersih, dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terjalin sinergi antara Pemerintah Kota Makassar, Kementerian Kesehatan, dan PDAM Makassar dalam menghadirkan solusi berkelanjutan guna mendukung pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.





