
Meinsani juga menekankan pentingnya kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat. Menurutnya, kerja-kerja legislator tidak hanya berlangsung di ruang rapat, tetapi juga melalui kegiatan reses, dialog warga, hingga pengawalan langsung terhadap berbagai persoalan sosial.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyoroti fenomena yang meresahkan masyarakat, yakni aktivitas kelompok remaja yang melakukan permainan seperti “perang mainan jelly” secara berkelompok di ruang publik. Aktivitas tersebut dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga.
“Fenomena ini cukup meresahkan karena dilakukan secara berkelompok dan berpotensi mengganggu ketertiban, termasuk kekhusyukan masyarakat dalam beribadah, terutama di bulan Ramadan,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Komisi D akan berkoordinasi dengan pemerintah kota serta pihak terkait untuk mencari solusi yang tepat, baik melalui pendekatan edukatif maupun penegakan aturan.
Ia menegaskan bahwa berbagai isu seperti pelayanan kesehatan, akses pendidikan, hingga penanganan masalah sosial tetap menjadi prioritas utama yang terus dikawal agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.





