KaltimNewsRegionalRegional

DLH Kabupaten Penajam Paser Utara Kembangkan Budidaya Maggot untuk Kurangi Sampah Organik

SOLUSIMEDIA.ID, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menggencarkan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik.

Upaya ini digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU dan didukung oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Biawan.

Ketua Pokdakan Bintang menyampaikan pentingnya pengembangan budidaya maggot dalam Rapat Koordinasi Bank Sampah Go Green yang digelar di Hotel IKA Petung.

Bintang menjelaskan bahwa larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau dikenal sebagai maggot, memiliki kemampuan mengurai sampah organik dalam waktu singkat.

BACA JUGA  Danny Pomanto Diskusi Bersama Menteri Tito dan AHY tentang Kebijakan Pemda Terhadap Air di 10th WWF 2024

“Satu kilogram maggot bisa menghabiskan hingga 2–5 kilogram sampah organik per hari,” ungkapnya. Maggot ini mampu menguraikan sampah hingga beberapa kali lipat dari bobot tubuhnya, dan sisa pencernaan maggot menghasilkan pupuk organik berkualitas yang disebut kasgot.

Lebih lanjut, maggot juga berpotensi menjadi alternatif pakan ternak. Kandungan protein tinggi dalam maggot membuatnya ideal sebagai pakan yang dapat dicampur dengan pakan komersial atau diberikan langsung. Dalam proses pengembangannya, pihak Pokdakan Biawan rutin mengumpulkan limbah sayuran dari pasar setempat untuk digunakan sebagai makanan maggot.

BACA JUGA  Lantik JMSI Wajo, Ilham Husen Harap Mampu Hadirkan Informasi Akurat, Berimbang dan Mencerdaskan

Lihat Semua

1 2Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button