
Melengkapi aspek teknis, Prof. Muhammad Aswad membedah strategi memperbesar peluang kelulusan. Menurutnya, memilih jurusan bukan sekadar mengikuti minat, melainkan harus dibarengi dengan pemahaman terhadap variabel penilaian.
“Siswa harus cerdas mengenal poin penilaian yang ada. Memahami bagaimana nilai Anda dikompetisikan di prodi pilihan akan sangat membantu dalam menentukan posisi yang tepat agar peluang lulus lebih maksimal,” jelas Prof. Aswad.
Di sisi lain, Nurjannah Abdullah memperjelas ragam jalur masuk pada SNPMB 2026 dan memberikan kabar baik mengenai akses pendidikan. Ia memaparkan skema beasiswa KIP-Kuliah yang dapat dimanfaatkan oleh siswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Antusiasme peserta memuncak pada sesi tanya jawab. Karina Aulia, siswi SMAN 1 Sidrap, mengajukan pertanyaan krusial mengenai variabel penilaian pada program studi spesifik yang ingin ia tuju.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Syamsu Rijal menjelaskan adanya kebijakan bobot mata pelajaran pendukung.
“Masing-masing prodi memiliki bobot nilai tambah pada mata pelajaran tertentu yang relevan. Kesesuaian antara mata pelajaran di sekolah dengan prodi yang dipilih menjadi kunci penilaian tambahan,” ungkapnya.





