
Untuk itu, PDAM bersama DPRD berencana memanggil pihak ketiga yang selama ini mengelola air baku guna mendalami penyebab penurunan tersebut dan merumuskan solusi permanen.
“Kami akan dalami bersama pihak ketiga agar ke depan tidak terjadi lagi gangguan serupa,” jelasnya.
Dalam upaya menjamin pemerataan layanan, PDAM Makassar tengah mengkaji tiga alternatif sumber suplai air, yakni dari Somba Opu, Moncongloe, serta optimalisasi pompa dari instalasi Panaikang.
Langkah ini juga dilakukan untuk mengimbangi pertumbuhan kawasan baru, termasuk Center Point of Indonesia (CPI).
Sementara itu, sebagai solusi jangka pendek, PDAM terus menyalurkan bantuan air bersih melalui mobil tangki dan penyediaan tandon di tingkat RT/RW.
Bantuan ini tidak hanya menyasar pelanggan, tetapi juga masyarakat umum sebagai bagian dari fungsi sosial perusahaan.
Menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Juni hingga Agustus, PDAM juga telah menyiapkan skenario darurat.
Upaya tersebut meliputi penambahan pompa di titik rawan serta penguatan sinergi dengan BPBD dan Pemerintah Provinsi dalam penyediaan sumber air alternatif, termasuk sumur bor.





