
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Selama 17 tahun tanpa jeda sejak 2009, Universitas Hasanuddin mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan. Capaian ini mencerminkan kepatuhan administratif, sekaligus menunjukkan stabilitas sistem tata kelola keuangan berkelanjutan.
Untuk tahun buku 2025, opini WTP kembali ditegaskan dan secara resmi diterima Universitas Hasanuddin pada Kamis, (30/04/2026), dalam Closing Meeting bersama Kantor Akuntan Publik (KAP).
Laporan hasil audit diserahkan oleh Dr. Padri Achyarsyah, CA., CPA. kepada Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan Unhas, Prof. Subehan, S.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt, didampingi jajaran pimpinan universitas.
Dalam perspektif sains tata kelola, capaian berulang ini mengindikasikan konsistensi dalam siklus manajemen keuangan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan yang sistemik dan terukur. Audit yang berlangsung selama tiga bulan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen verifikasi, tetapi juga sebagai mekanisme feedback loop untuk penyempurnaan berkelanjutan.
Prof. Subehan menekankan bahwa proses audit memberikan ruang refleksi institusional untuk memperkuat kualitas pelaporan keuangan.
“Setiap audit menghadirkan catatan penting yang menjadi dasar perbaikan. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya memastikan tata kelola keuangan terus berkembang dan semakin akuntabel,” ujar Prof. Subehan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa capaian WTP perlu diiringi dengan perhatian yang lebih terfokus, khususnya dalam menjaga konsistensi kualitas data, kelengkapan dokumen, serta integrasi sistem pelaporan di seluruh unit kerja.
Sementara itu, Dr. Padri Achyarsyah menyampaikan bahwa opini WTP menunjukkan bahwa laporan keuangan konsolidasian Unhas, termasuk entitas anak, telah disajikan secara wajar dalam semua aspek material sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Namun, ia menggarisbawahi pentingnya membangun kesadaran kolektif terhadap kualitas pelaporan.
“Penguatan pada aspek kelengkapan dokumen dan manajemen pelaporan menjadi kunci untuk menjaga akuntabilitas, transparansi, dan responsibility. Ini memerlukan kerja sama yang intens dari seluruh unit,” jelas Padri.
Dari sudut pandang manajemen publik, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 17 tahun berturut-turut menjadi indikator kuat bahwa Unhas telah membangun ekosistem tata kelola berbasis integritas, disiplin sistem, dan budaya organisasi yang adaptif terhadap evaluasi.
Dengan capaian ini, Universitas Hasanuddin tidak hanya menunjukkan performa keuangan yang kredibel, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengedepankan prinsip good governance dalam setiap aspek pengelolaannya. (*/dhs)





