
“Dengan sistem yang lebih kuat, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap gangguan teknis,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa integrasi SPMB ke dalam LONTARA+ merupakan langkah konkret dalam memperkuat transparansi sekaligus menutup celah praktik kecurangan dalam penerimaan siswa baru.
Menurutnya, pembaruan sistem ini merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya, termasuk berbagai kendala teknis dan potensi penyalahgunaan sistem.
“Ini hasil evaluasi kita. Sistemnya diperbaiki dan ditingkatkan agar tidak ada lagi kendala seperti sebelumnya,” ujarnya.
Munafri juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik dengan memastikan sistem berjalan tanpa gangguan, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat.
“Jangan ada lagi alasan server down, karena itu bisa menimbulkan persepsi negatif. Sistem ini harus benar-benar transparan,” tegasnya.
Ia menambahkan, selama ini keluhan masyarakat terkait penerimaan siswa lebih banyak ditujukan kepada pemerintah kota. Oleh karena itu, sistem yang terbuka menjadi solusi agar seluruh proses dapat dipantau bersama.





