
“Banyak anak kita yang terpaksa berhenti sekolah. Ini yang harus kita pastikan bisa kembali melanjutkan pendidikan,” katanya.
Ia menekankan bahwa pendidikan formal merupakan hak dasar setiap anak yang wajib dipenuhi, sehingga pemerintah kota mengambil tanggung jawab untuk menjamin akses pendidikan yang layak bagi seluruh warga.
Tim ATS nantinya akan bekerja aktif di lapangan dengan melakukan pendataan, menjangkau langsung masyarakat, mengidentifikasi penyebab anak putus sekolah, hingga mendampingi proses mereka kembali ke sistem pendidikan.
Terkait target capaian, Pemkot Makassar masih melakukan penyesuaian berdasarkan kapasitas tim, dengan evaluasi berbasis data sebagai acuan utama.
“Tim ini akan menjaring dan menjangkau langsung anak-anak yang tidak sekolah, sekaligus memastikan proses pengembaliannya berjalan optimal,” tambahnya.
Munafri juga mengakui bahwa angka putus sekolah di Makassar masih cukup signifikan, sehingga diperlukan kerja serius yang melibatkan turun langsung ke lapangan.
“Ini harus disinkronkan dengan data dinas, dan solusinya memang dengan kehadiran tim yang langsung bekerja di masyarakat,” tutupnya.





