
Menurutnya, setiap rumah tangga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri, mulai dari sumber karbohidrat, protein, hingga vitamin dan mineral.
“Dengan memanfaatkan pekarangan, keluarga bisa menghasilkan bahan pangan sendiri. Ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga mengurangi pengeluaran rumah tangga,” jelasnya.
Lebih jauh, Melinda juga melihat program ini berpotensi menjadi sumber tambahan penghasilan bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi program agar tidak hanya berjalan saat menghadapi penilaian lomba, tetapi menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari.
“Kebun ini harus terus dimanfaatkan, bukan hanya saat lomba. Keberlanjutan menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Melinda mendorong penguatan konsep urban farming yang dinilai relevan dengan kondisi perkotaan dan sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar serta kebijakan nasional dalam mendukung ketahanan pangan.
Sementara itu, di Kecamatan Wajo dan Bontoala, TP PKK Kota Makassar juga melaksanakan agenda serupa, yakni peninjauan kebun serta pelaksanaan bimtek bagi kader PKK.





