
“Kolaborasi ini bukan sekedar kerja sama akademik, tetapi bagian dari upaya kami memperkuat kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan bangsa, khususnya di sektor kesehatan,” jelas Prof. JJ.
Lebih lanjut, Prof JJ menjelaskan, Unhas terus mengembangkan berbagai inisiatif untuk mendukung arah pembangunan Indonesia, termasuk kontribusi terhadap pengembangan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan. Dalam hal ini, kolaborasi internasional dinilai menjadi kunci dalam mempercepat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan.
“Penguatan sektor kesehatan saat ini menjadi tantangan utama. Kita membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan sistem kesehatan yang adaptif. Di sinilah pentingnya belajar dari mitra global seperti Jepang,” tambahnya.
Prof. JJ juga menilai Jepang sebagai mitra strategis yang memiliki keunggulan dalam pengembangan sains dan teknologi, khususnya di bidang kesehatan. Unhas melihat peluang besar untuk mengadopsi praktik terbaik serta mendorong inovasi bersama.
Melalui MoU tersebut, kedua pihak sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari pertukaran dosen, peneliti, hingga mahasiswa. Selain itu, peluang implementasi program akademik seperti double degree dan penguatan riset bersama juga menjadi agenda strategis ke depan.





