
Sebagai wilayah yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Gowa dan Tallo, serta didukung potensi wisata pesisir dan kawasan karst Maros-Pangkep, Makassar dinilai memiliki daya saing tinggi sebagai destinasi wisata.
Meski demikian, Munafri mengakui potensi tersebut masih perlu dimaksimalkan melalui berbagai pembenahan yang saat ini terus dilakukan Pemkot Makassar.
Mulai dari penataan kawasan kota, penguatan infrastruktur pariwisata, hingga revitalisasi pasar tradisional untuk menciptakan kenyamanan bagi wisatawan.
“Kami ingin menghadirkan kota yang nyaman dan menarik bagi wisatawan. Karena itu, pedestrian diperbaiki, kawasan ditata lebih tertib, dan fasilitas pendukung pariwisata terus dibenahi,” katanya.
Selain pembenahan infrastruktur, Pemkot Makassar juga fokus mendorong penyelenggaraan berbagai event unggulan guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Munafri menyebut pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus agar setiap bulan terdapat kegiatan berskala besar yang mampu menarik wisatawan datang ke Makassar.
“Kalau event rutin berjalan, hotel akan terisi, UMKM bergerak, dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” tambahnya.





