MakassarNews

Sekda Makassar Paparkan Inovasi dan Strategi Pembangunan Saat Terima Peserta PKA Halmahera Selatan

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, menerima rombongan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrasi (PKA) Angkatan I Kabupaten Halmahera Selatan di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, Selasa (19/5/2026).

Rombongan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Halmahera Selatan, Abdullah Kamardullah, bersama para peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 yang melakukan studi lapangan di Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Andi Zulkifly menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk saling bertukar pengalaman dan wawasan antardaerah, khususnya dalam mendorong inovasi pemerintahan dan pelayanan publik.

“Momentum ini sangat penting dan strategis untuk saling bertukar informasi serta menambah wawasan. Tidak hanya Kota Makassar yang berbagi inovasi, tetapi kami juga ingin belajar dari Kabupaten Halmahera Selatan,” ujar Andi Zulkifly.

Ia menegaskan, pelatihan kepemimpinan administrasi harus mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.

“Setiap daerah dituntut terus melahirkan inovasi baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan, dan pelayanan publik. Inovasi itu harus bisa dijalankan dan memiliki dampak nyata,” katanya.

Dalam pemaparannya, Andi Zulkifly memperkenalkan profil Kota Makassar sebagai kota terbesar di kawasan Indonesia Timur dengan luas wilayah 175,77 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa.

BACA JUGA  Sekda Makassar Matangkan Operasional Tamasya Mulia, Ditarget Meluncur Juni 2026

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar Pemerintah Kota Makassar saat ini adalah menekan angka pengangguran terbuka yang berada di kisaran 9,60 persen. Tingginya arus urbanisasi ke Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan jasa di Indonesia Timur turut memengaruhi kondisi tersebut.

“Makassar menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari pekerjaan dan membuka usaha. Ini menjadi tantangan tersendiri karena terjadi persaingan antara tenaga kerja lokal dan pendatang,” jelasnya.

Ia juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang mencapai 5,34 persen. Pemkot Makassar terus berupaya meningkatkan investasi dan menciptakan iklim usaha yang kondusif guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami terus mempromosikan Kota Makassar agar investor dan masyarakat tertarik datang ke sini, baik untuk berinvestasi, berwisata, maupun menggelar kegiatan nasional dan internasional,” ujarnya.

Selain itu, Andi Zulkifly turut memperkenalkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kota Makassar yang tertuang dalam visi “Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan”.

Program tersebut di antaranya aplikasi super apps “Lontara”, pemasangan instalasi air bersih gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah, seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP, iuran sampah gratis bagi pelanggan listrik 450 hingga 900 VA, hingga pembangunan stadion bertaraf internasional.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar dan BPKP Sulsel Bahas Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Menurutnya, aplikasi “Lontara” menjadi salah satu bentuk transformasi digital pelayanan publik dengan mengintegrasikan berbagai layanan dan kanal pengaduan masyarakat ke dalam satu platform.

“Dulu setiap SKPD memiliki aplikasi masing-masing sehingga masyarakat kesulitan. Sekarang kami integrasikan ke dalam satu aplikasi agar pelayanan lebih mudah dan efektif,” jelasnya.

Pemkot Makassar juga terus mengembangkan program Makassar Creative Hub sebagai wadah pelatihan dan pengembangan ekonomi kreatif bagi generasi muda serta pelaku UMKM.

“Melalui program ini kami mendorong lahirnya kreativitas dan keterampilan baru yang dapat membuka lapangan kerja serta menekan angka pengangguran,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Zulkifly juga menekankan pentingnya transformasi digital di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat. Namun, ia mengakui masih adanya kesenjangan literasi teknologi di tengah masyarakat.

“Aplikasi yang bagus tidak akan maksimal jika masyarakat belum memahami teknologi. Karena itu, tugas pemerintah bukan hanya membuat aplikasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar melek digital,” pungkasnya.

Kegiatan studi lapangan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala OPD lingkup Pemkot Makassar, termasuk Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, serta perwakilan BKPSDM dan Bappeda Kota Makassar. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button