
Menurutnya, kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan dengan memperbanyak amal saleh serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Bulan Dzulhijjah adalah momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebaikan, dan memperkuat ketakwaan,” kata Syahriati.
Ia juga mengajak seluruh kader TP PKK agar tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi turut menjadi teladan dalam membangun kehidupan keluarga yang religius dan harmonis.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Mufassir Arif menjelaskan bahwa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan waktu yang sangat dimuliakan dan dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.
Ia turut mengulas makna ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial terhadap sesama.
Menurutnya, ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga simbol pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT.
Selain itu, Ustadz Mufassir Arif juga membahas makna ibadah haji sebagai perjalanan spiritual yang mengajarkan kesabaran, persaudaraan, keikhlasan, serta penghambaan kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kota Makassar berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum bulan Dzulhijjah untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. (*)





