
SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — Solidaritas Pemuda Pemudi Desa atau SPEDA resmi membentuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SPEDA Sulawesi Selatan sebagai langkah memperkuat konsolidasi gerakan pemuda desa di kawasan Indonesia Timur.
Pembentukan DPW tersebut menjadi bagian dari strategi organisasi dalam mendorong keterlibatan generasi muda desa terhadap isu pembangunan ekonomi kerakyatan, penguatan UMKM desa, hingga transformasi digital di wilayah pedesaan.
Ketua Umum DPN SPEDA, Fadli Rumakefing, mengatakan Sulawesi Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga ekonomi kreatif yang perlu didukung melalui gerakan pemuda desa yang progresif dan terorganisir.
“SPEDA hadir sebagai ruang konsolidasi strategis pemuda desa untuk memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal serta mendorong lahirnya generasi muda desa yang aktif membangun desa yang mandiri, adaptif, dan inovatif menghadapi perkembangan zaman,” ujar Fadli dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, pembentukan DPW SPEDA Sulawesi Selatan bukan sekadar agenda struktural organisasi, melainkan bagian dari upaya memperluas gerakan sosial kepemudaan berbasis desa yang fokus pada pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat akar rumput.
Sementara itu, Ketua DPW SPEDA Sulawesi Selatan terpilih, Muh. Thafdil W.S., menegaskan bahwa SPEDA hadir bukan hanya sebagai organisasi simbolik, tetapi juga menjadi wadah perjuangan intelektual dan sosial bagi pemuda desa agar mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah tantangan zaman.
“Pemuda desa harus menjadi pelopor pembangunan, penguatan ekonomi masyarakat, serta penjaga nilai-nilai sosial dan budaya lokal. SPEDA Sulawesi Selatan akan membangun sinergi yang kuat dengan seluruh stakeholder demi terciptanya desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujar Thafdil.
SPEDA juga mendorong kolaborasi antara pemuda, pemerintah daerah, akademisi, komunitas sosial, hingga pelaku usaha dalam mempercepat pembangunan desa di Sulawesi Selatan.
Fadli menambahkan, organisasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah berhimpun pemuda desa, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat desa.
“SPEDA tidak hanya menjadi organisasi pemuda desa, tetapi juga bagian dari mitra strategis pemerintah dalam mengawal program-program pembangunan yang menyentuh masyarakat desa secara langsung,” katanya.
DPN SPEDA berharap kehadiran DPW SPEDA Sulawesi Selatan dapat melahirkan kader-kader muda desa yang memiliki kepedulian sosial, kapasitas kepemimpinan, serta semangat gotong royong dalam membangun desa, daerah, dan bangsa.
Sebagai informasi, SPEDA merupakan organisasi kepemudaan yang fokus pada pemberdayaan masyarakat desa dan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Organisasi ini mengusung semangat pembangunan Indonesia dari desa melalui kolaborasi pemuda dan masyarakat. (*)





