
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar terus bergerak cepat menangani keluhan masyarakat terkait gangguan distribusi air bersih di sejumlah wilayah terdampak, khususnya kawasan Kerung-Kerung, wilayah utara Kota Makassar, hingga Maccini Gusung.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, mengatakan pihaknya langsung turun ke lapangan setelah menerima aspirasi warga guna memastikan solusi penanganan dapat segera dilakukan.
Menurutnya, persoalan utama yang dikeluhkan masyarakat yakni distribusi air yang tidak stabil, di mana air hanya mengalir selama beberapa jam sebelum kembali mati. Untuk itu, PDAM Makassar melakukan berbagai langkah penanganan mulai dari distribusi air bersih menggunakan mobil tangki, sistem injeksi air ke jaringan pelanggan, hingga perbaikan jaringan pipa.
“Keluhan warga umumnya air mengalir dua sampai tiga jam kemudian mati lagi. Ini yang sementara kami carikan solusi, baik jangka pendek maupun jangka menengah,” ujar Andi Syahrum, Senin (25/5/2026).
Sebagai solusi darurat, PDAM Makassar rutin mengerahkan armada mobil tangki untuk melayani kebutuhan air bersih warga di wilayah terdampak. Berdasarkan laporan wilayah, setiap hari dua hingga tiga mobil tangki disalurkan untuk membantu kebutuhan warga di lorong-lorong yang mengalami gangguan distribusi.
Selain itu, PDAM juga melakukan sistem injeksi dengan mengalirkan air langsung ke jaringan distribusi pelanggan agar suplai air tetap tersedia. Langkah tersebut dilakukan sambil menunggu proses perbaikan jaringan dan penambahan debit air dari sistem produksi utama.
Andi Syahrum menjelaskan, selama ini suplai air di kawasan Kerung-Kerung masih bergantung pada jalur IPA Panaikang yang mengalami penurunan debit air. Karena itu, PDAM kini menyiapkan alternatif sambungan suplai dari jaringan lain yang debit airnya lebih stabil.
“Insya Allah minggu ini progres perbaikan pipa sudah mulai berjalan agar distribusi air lebih lancar. Kami juga menyiapkan sambungan suplai dari jaringan lain yang debit airnya lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) PDAM Makassar, Wahidin, mengatakan gangguan distribusi air tidak hanya berdampak pada kawasan Kerung-Kerung, tetapi juga memengaruhi sejumlah wilayah utara Kota Makassar.
Sebagai langkah penanganan jangka menengah, PDAM Makassar menyiapkan pemisahan jaringan suplai antara sistem IPA Panaikang dan IPA Somba Opu agar distribusi air di wilayah terdampak menjadi lebih stabil.
Selain melakukan distribusi air menggunakan mobil tangki, tim teknis PDAM juga melakukan pemeriksaan jaringan distribusi utama di sekitar Jalan Veteran yang diduga menjadi salah satu titik penyebab distribusi air belum maksimal.
Kepala Wilayah IV PDAM Makassar, Fitriah Gasim, menambahkan pihaknya juga tengah melakukan rekayasa jaringan distribusi agar wilayah terdampak tidak lagi sepenuhnya bergantung pada suplai dari IPA Panaikang.
Menurutnya, PDAM Makassar sedang mencari pola jaringan yang memungkinkan suplai dari IPA 5 Somba Opu dimanfaatkan untuk membantu pelayanan air bersih di kawasan terdampak karena sumber airnya dinilai lebih stabil.
PDAM Makassar memastikan seluruh jajaran teknis tetap siaga selama 24 jam untuk merespons setiap laporan masyarakat terkait gangguan distribusi air bersih. Masyarakat juga diimbau menyampaikan laporan secara rinci disertai titik lokasi dan nomor kontak agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Pemerintah Kota Makassar berharap seluruh proses perbaikan dan optimalisasi jaringan yang sementara berjalan dapat segera mengembalikan distribusi air bersih kepada masyarakat secara normal. (*)





