
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, akhirnya memberikan tanggapan terkait polemik seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional tahun 2026 yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam keterangannya, Munafri meminta panitia seleksi tingkat provinsi mengedepankan asas keadilan, profesionalisme, serta transparansi dalam menentukan delegasi yang akan mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional.
Polemik tersebut mencuat setelah nama siswi asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, tidak masuk dalam daftar akhir peserta yang dinyatakan lolos ke tingkat nasional.
Padahal sebelumnya, Cathlyn disebut berhasil menembus posisi tiga besar pada tahapan seleksi awal perwakilan Sulawesi Selatan. Hilangnya nama Cathlyn dari daftar akhir delegasi pun memunculkan tanda tanya publik mengenai proses penilaian yang dilakukan panitia seleksi.
“Kita tentu berharap seluruh hasil seleksi ini berjalan dengan fair dan objektif. Peserta ini adalah delegasi resmi yang dikirim dari Kota Makassar, sehingga tentu masyarakat juga berharap ada perwakilan yang lolos,” ujar Munafri kepada awak media, Senin (25/5/2026).
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengaku tidak mengetahui secara detail mekanisme dan indikator penilaian yang digunakan panitia seleksi tingkat provinsi. Meski demikian, ia mengaku memberi perhatian serius terhadap informasi yang beredar terkait adanya reposisi atau perubahan hasil pada tahapan akhir seleksi.
“Saya tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi kendala di tingkat provinsi. Tetapi kami mendengar adanya kabar reposisi tersebut. Padahal berdasarkan informasi yang kami terima, nilai peserta dari Makassar sebenarnya cukup baik,” ungkapnya.
Menurut Appi, persoalan ini tidak hanya berbicara soal lolos atau tidaknya peserta ke tingkat nasional, namun juga menyangkut kondisi psikologis para siswa yang telah menjalani proses panjang selama masa pembinaan dan seleksi.
Ia menilai para peserta telah berjuang keras serta mempersiapkan diri secara maksimal demi membawa nama daerah.
“Kasihan anak-anak yang sudah menjalani proses panjang. Mereka berlatih dengan sungguh-sungguh dan memiliki harapan besar. Yang paling kami khawatirkan adalah kondisi mental serta semangat mereka setelah polemik ini,” tambahnya.
Munafri juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah menjalankan seluruh tahapan pembinaan sesuai prosedur. Setelah peserta dikirim ke tingkat provinsi, seluruh proses seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan panitia dan tim penilai di tingkat Sulawesi Selatan.
“Banyak masyarakat yang bertanya kepada kami mengenai proses seleksi ini. Perlu dipahami bahwa tugas Pemerintah Kota Makassar adalah melakukan pembinaan dan mengirim delegasi. Setelah itu, kewenangan penuh berada di tangan panitia seleksi provinsi,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Appi berharap hasil pembinaan yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar dapat memperoleh penilaian yang adil, objektif, dan transparan sehingga mampu menjaga kepercayaan publik terhadap proses seleksi Paskibraka.
“Kami berharap seluruh hasil pembinaan yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar benar-benar mendapat penilaian yang baik, jujur, dan transparan,” pungkasnya. (*)





