
“Setelah kami turun ke lokasi, penanganan langsung dilakukan dengan dukungan BPBD dan satgas drainase Dinas PU. Alhamdulillah, penanganan bisa berjalan melalui kolaborasi semua pihak,” katanya.
Tri menjelaskan, persoalan sampah di kanal tersebut bukan merupakan kejadian baru. Pihak kelurahan bersama petugas kebersihan dan satgas kanal selama ini rutin melakukan pembersihan setiap hari. Namun, tingginya volume sampah yang terbawa aliran air menyebabkan penumpukan kembali terjadi dalam waktu singkat.
Menurutnya, sebagian besar sampah yang ditemukan merupakan sampah kiriman dari wilayah lain yang terbawa arus menuju titik pertemuan kanal tersebut.
“Kondisi kanal ini memang setiap hari dibersihkan. Namun karena volume sampah yang datang cukup besar dan terus mengalir dari hulu, penumpukan kembali terjadi,” jelasnya.
Ia menambahkan, lokasi kanal berada di kawasan perbatasan antara Kelurahan Bara-Baraya Timur, Kecamatan Makassar, dengan wilayah Karuwisi dan Tamamaung di Kecamatan Panakkukang. Kondisi tersebut menyebabkan sampah yang terbawa aliran air dari berbagai wilayah berkumpul di titik tersebut.





