
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Sebanyak 300 nelayan kecil di Kota Makassar mengikuti pelatihan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan yang digelar Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juni 2026, di Hotel Kondotel Premier Makassar.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengelolaan Perikanan Tangkap melalui subkegiatan Pemberdayaan Nelayan Kecil yang didanai melalui APBD Kota Makassar Tahun Anggaran 2026. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad.
Dalam sambutannya, Aulia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perikanan, khususnya nelayan kecil. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memberikan pemahaman mengenai penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Melalui pelatihan ini, pemerintah hadir untuk memperkuat kapasitas nelayan kecil agar mampu meningkatkan produktivitas hasil tangkapan sekaligus menjaga kelestarian sumber daya laut,” ujarnya.
Menurut Aulia, nelayan kecil memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan sektor perikanan tangkap di Kota Makassar. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari keterbatasan akses teknologi dan pasar, fluktuasi harga ikan, hingga dampak perubahan iklim yang memengaruhi aktivitas melaut.
Untuk memperkaya materi pelatihan, DP2 Kota Makassar menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, yakni Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Siti Masniah Jabir, serta akademisi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Muhammad Kurnia. Sementara jalannya sesi pelatihan dan diskusi dipandu oleh moderator Riswansa Muchsin.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta yang berasal dari kelompok nelayan binaan DP2 Kota Makassar mendapatkan berbagai materi terkait penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, hingga strategi peningkatan produktivitas usaha perikanan tangkap.
Suasana diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Para nelayan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan, khususnya terkait penerapan alat tangkap ramah lingkungan di kawasan pesisir dan pulau-pulau yang berada di wilayah Kota Makassar.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Makassar berharap pengetahuan dan keterampilan nelayan kecil semakin meningkat, sehingga mampu mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut bagi generasi mendatang. (*)





