
Ia menegaskan bahwa rumah ibadah memiliki peran strategis dalam memperkuat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman suku, etnis, dan agama yang hidup berdampingan di Kota Makassar.
Munafri juga menyoroti peningkatan indeks toleransi Kota Makassar yang dinilai sebagai hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan semangat hidup rukun di tengah perbedaan.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa masyarakat Makassar mampu merawat keberagaman dan membangun toleransi sehingga dapat hidup berdampingan secara harmonis,” katanya.
Selain menjadi pusat kegiatan keagamaan, Munafri berharap Kelenteng Ji Li Gong turut mengambil peran dalam pembinaan karakter generasi muda. Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan arus digital yang semakin pesat, pendidikan spiritual menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak.
“Kita berharap rumah ibadah ini dapat berkontribusi membangun generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar keberadaan kelenteng tidak hanya memberikan manfaat bagi umat yang beribadah, tetapi juga menghadirkan kontribusi sosial yang lebih luas bagi masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan sosial.





