MakassarNews

Petani Binaan DP2 Makassar Promosikan Hasil Panen di CFD Sudirma, Dorong Petani Lokal Naik Kelas

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Kelompok Tani Cokonuri memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (7/6/2026), untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan hasil pertanian mereka kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pasar bagi petani lokal yang selama ini mendapat pendampingan dari Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Kelompok Tani Cokonuri menjelaskan bahwa budidaya kangkung yang mereka kelola mampu menghasilkan panen secara rutin setiap pekan. Dari satu kali penyemaian, kelompok tani dapat memanen hasil secara berkelanjutan dan memasarkannya ke berbagai saluran distribusi.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Tinjau Urban Farming di Wajo, Dorong Lorong Produktif Jadi Penopang Ketahanan Pangan Kota

“Kami bisa panen setiap minggu. Hasil panen kami dipasarkan ke supermarket, swalayan, pedagang keliling, dan juga pada kegiatan-kegiatan seperti CFD ini,” ungkapnya.

Menurutnya, produktivitas lahan yang dikelola kelompok tani cukup menjanjikan. Satu bedeng tanaman kangkung mampu menghasilkan sekitar 11 hingga 12 kilogram dengan harga jual rata-rata Rp10.000 per kilogram. Dari hasil tersebut, satu bedeng dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp120 ribu setiap masa panen.

Dengan jumlah bedeng yang dikelola, Kelompok Tani Cokonuri mampu memperoleh pendapatan hingga sekitar Rp1 juta dalam satu kali panen, meskipun nilainya dapat berubah tergantung kondisi tanaman dan pasar.

BACA JUGA  Munafri Perluas Program Urban Farming untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan Warga

Keikutsertaan kelompok tani dalam CFD menjadi sarana promosi sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mendukung produk pertanian lokal. Selain memperkenalkan hasil panen segar, kegiatan ini juga menunjukkan potensi pertanian perkotaan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan di Kota Makassar.

DP2 Kota Makassar terus mendorong penguatan kapasitas kelompok tani melalui pembinaan, pendampingan, serta perluasan akses pemasaran.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketersediaan pangan lokal yang berkualitas bagi masyarakat Kota Makassar. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button