Berbagai kolaborasi telah terjalin pada bidang strategis, mulai dari arkeologi, biodiversitas, kemaritiman, kesehatan, hingga pengembangan material dan biomassa yang mendukung agenda ekonomi hijau dan bioekonomi nasional.
Menurut Prof JJ, secara strategis, BRIN dan Unhas memiliki visi yang sama untuk menjadikan riset sebagai instrumen pembangunan yang berdampak.
Karena itu, target jangka panjang yang ingin dicapai adalah menjadikan Unhas sebagai simpul atau hub riset BRIN untuk kawasan Indonesia Timur, sehingga mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan hilirisasi teknologi yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Rencana pembentukan BRIN Unhas Innovation Center (BRIONIC) menjadi langkah lanjutan yang sangat penting dalam memperkuat kolaborasi tersebut.
Kehadiran pusat inovasi ini diharapkan mampu mengintegrasikan riset, inovasi, industri, dan kewirausahaan berbasis teknologi dalam satu ekosistem yang mendukung lahirnya solusi-solusi inovatif untuk menjawab tantangan pembangunan Indonesia, khususnya di kawasan timur.
“Kami berharap BRIONIC dapat menjadi katalisator kolaborasi riset dan inovasi di Indonesia Timur, mempertemukan kekuatan akademik, riset, industri, dan pemerintah dalam menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” jelas Prof JJ.





