
Ia menjelaskan bahwa fokus edukasi kepada perempuan sejalan dengan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) yang menempatkan perempuan sebagai salah satu kelompok prioritas. Hal ini tidak terlepas dari peran besar perempuan dalam keluarga, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Friderica menambahkan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan perempuan merupakan bagian dari strategi pemberdayaan yang dapat memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendorong terciptanya ekonomi yang lebih inklusif.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyebut perempuan sebagai aktor utama dalam menjaga ketahanan keuangan keluarga.
Menurutnya, para ibu, khususnya kader PKK, memiliki peran penting tidak hanya dalam mengelola keuangan rumah tangga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi di tingkat masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas literasi keuangan perempuan diyakini akan memberikan dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi.





