
Operasional layanan direncanakan berlangsung satu kali dalam sepekan sambil menunggu hasil evaluasi dan tingkat pemanfaatan masyarakat. Penentuan frekuensi pelayaran mempertimbangkan ketersediaan anggaran operasional serta kebutuhan riil masyarakat di wilayah kepulauan.
Menurut Rheza, layanan Pete-pete Laut diprioritaskan untuk mendukung mobilitas kelompok masyarakat yang membutuhkan perjalanan rutin, seperti pelajar, tenaga kesehatan, guru, serta warga yang memiliki aktivitas antarpulau secara berkala.
“Jadwal operasional nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pulau agar layanan ini benar-benar memberikan manfaat yang optimal,” jelasnya.
Pemerintah Kota Makassar juga membuka peluang pengembangan layanan tersebut di masa mendatang. Jika tingkat pemanfaatan menunjukkan hasil yang positif, frekuensi pelayaran akan dievaluasi untuk ditingkatkan melalui dukungan anggaran yang lebih memadai.
Rangkaian peluncuran akan diawali dengan keberangkatan rombongan Pemerintah Kota Makassar menuju Pulau Barrang Lompo. Selain seremoni peluncuran Pete-pete Laut, kegiatan tersebut juga akan dirangkaikan dengan berbagai agenda pelayanan masyarakat serta penyaluran bantuan dari sejumlah perangkat daerah.





