
Festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan seperti talkshow, seminar bisnis, workshop, pameran produk UMKM, kompetisi kewirausahaan, hingga aktivasi komunitas yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan pelaku UMKM.
Menurut Arlin, kolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi kewirausahaan menjadi modal penting dalam memperluas jejaring usaha, mendorong inovasi, serta meningkatkan daya saing produk UMKM Makassar di tingkat nasional maupun global.
Selain penguatan kapasitas dan jejaring usaha, akses pembiayaan menjadi salah satu fokus utama Ewa-Ko Fest tahun ini. Melalui kerja sama dengan Bank Sulselbar dan sejumlah lembaga perbankan, Pemkot Makassar berupaya memastikan pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima memperoleh dukungan permodalan agar mampu berkembang dan naik kelas.
“Ewa-Ko Fest bukan sekadar festival, tetapi ruang kolaborasi untuk memperkuat kapasitas, jejaring, dan akses usaha sehingga UMKM Makassar semakin maju dan berdaya saing,” tutup Arlin. (*)





