
“Setelah bahan makanan dan pakaian, sekarang masuk lagi bantuan material untuk memastikan ada tempat berteduh dulu bagi keluarga korban, sehingga ke depan mereka bisa bangkit dengan kondisi yang lebih baik,” kata Munafri.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga memastikan pasokan makanan bagi para korban tetap tersedia selama masa tanggap darurat berlangsung.
“Bahan makanan tidak boleh berkurang. Seluruh kebutuhan ini diutamakan kepada para korban dan keluarganya agar mereka tetap mendapatkan makanan yang cukup,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Appi mengingatkan masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau. Ia menekankan pentingnya memperhatikan berbagai sumber pemicu kebakaran, seperti instalasi listrik, kompor, obat nyamuk, hingga puntung rokok.
“Masyarakat harus belajar dari kejadian ini. Sambungan listrik, kompor, obat nyamuk maupun puntung rokok bisa menjadi pemicu kebakaran. Yang paling penting adalah mencegah agar kebakaran tidak terjadi,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Makassar akan terus memperkuat sosialisasi mitigasi bencana hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan RT/RW. Selain itu, Pemkot Makassar juga merencanakan pembangunan pos pemadam kebakaran di wilayah selatan kota guna mempercepat respons penanganan saat terjadi keadaan darurat. (*)





