
Negara-negara yang hadir berasal dari berbagai kawasan dunia, mulai Asia, Eropa, Afrika, Amerika hingga Pasifik, di antaranya Australia, Jepang, Pakistan, Meksiko, Brasil, Ukraina, Bosnia dan Herzegovina, Kuba, Tunisia, Venezuela, Serbia, Polandia, Fiji, hingga Belanda, Malaysia, Filipina, Ethiopia, Zimbabwe, dan sejumlah negara lainnya.
Menurut Appi, penyelenggaraan Indonesia Gastrodiplomacy Series tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarbangsa melalui pendekatan budaya dan diplomasi.
“Malam ini bukan sekadar jamuan makan malam. Ini adalah perayaan persahabatan, budaya, dan diplomasi melalui makanan,” tuturnya.
Ia menambahkan, gastronomi memiliki kekuatan unik dalam menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang, sekaligus menjadi medium berbagi cerita, tradisi, dan nilai-nilai yang melampaui batas negara maupun bahasa.
Pada kesempatan itu, Appi juga memperkenalkan Makassar sebagai gerbang utama kawasan Indonesia Timur yang memiliki posisi strategis dan potensi besar di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.





