
Selama berada di lokasi, para pendamping delegasi tampak antusias mengamati berbagai koleksi kain sutera yang dipamerkan. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai proses pembuatan kain sutera, mulai dari pemilihan benang hingga proses penenunan yang dilakukan secara teliti dan penuh ketekunan oleh para perajin lokal.
Tak hanya melihat koleksi yang tersedia, sejumlah delegasi juga tertarik membeli berbagai produk khas Sulawesi Selatan. Kain sutera dengan beragam motif menjadi salah satu produk yang paling diminati.
Selain itu, para tamu juga membeli sejumlah aksesori pendukung busana adat, seperti hiasan kepala baju bodo, bros tradisional, hingga berbagai produk kerajinan khas daerah lainnya.
Melinda menilai antusiasme para tamu menjadi bukti bahwa produk-produk kriya lokal memiliki daya tarik yang kuat di tingkat internasional. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan karya para perajin Sulawesi Selatan kepada masyarakat dunia.
“Ketika para tamu membawa pulang kain sutera maupun produk kerajinan khas Sulawesi Selatan, mereka juga membawa cerita tentang budaya dan tradisi masyarakat kita. Ini menjadi bentuk promosi budaya yang sangat baik dan membuka peluang lebih luas bagi pengembangan ekonomi kreatif daerah,” katanya.





