
Menurutnya, melalui busana tradisional, para tamu tidak hanya dapat melihat keindahan pakaian adat, tetapi juga memahami nilai sejarah, kearifan lokal, dan kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Melalui baju bodo dan patonro’, kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat kami. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi kenangan yang berkesan bagi para tamu selama berada di Makassar,” ujar Melinda.
Selain mengenakan pakaian adat, para delegasi juga disuguhi beragam kue tradisional khas Makassar. Sajian tersebut dinikmati sembari menyaksikan pertunjukan tari-tarian tradisional yang semakin memperkaya pengalaman budaya para tamu mancanegara.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi ruang koleksi Museum Balla Lompoa. Para tamu diajak melihat berbagai peninggalan bersejarah Kerajaan Gowa yang masih tersimpan dan terawat hingga saat ini, termasuk Salokoa, mahkota kebesaran Kerajaan Gowa yang menjadi salah satu simbol penting kejayaan kerajaan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Melinda Aksa turut mendampingi para tamu berkeliling museum. Ia menjelaskan sejarah singkat Kerajaan Gowa, nilai-nilai budaya yang diwariskan, serta berbagai koleksi bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang peradaban Sulawesi Selatan.





