
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memperkuat komunikasi politik yang inklusif dengan merangkul seluruh elemen, termasuk partai politik non-parlemen, guna mendukung percepatan pembangunan dan penataan Kota Makassar.
Komitmen tersebut terlihat saat Munafri menerima audiensi Koalisi Partai Kerakyatan Non-Parlemen yang terdiri atas Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Ummat, dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat (26/6/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog. Selain mempererat silaturahmi, ketiga partai menyatakan komitmennya menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Makassar dalam menyukseskan berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Perwakilan koalisi, Izhar, mengatakan audiensi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kepemimpinan Wali Kota Munafri sekaligus upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan partai politik.
“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan komitmen mendukung seluruh program Pak Wali Kota. Tujuan kami saling menguatkan agar program-program pemerintah berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Izhar, partai politik memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menyampaikan informasi kepada masyarakat agar setiap kebijakan dapat dipahami secara utuh.
Karena itu, pihaknya siap terlibat dalam mengedukasi masyarakat mengenai berbagai program Pemerintah Kota, termasuk kebijakan penataan kawasan dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang saat ini tengah dilakukan.
“Kami siap turun ke masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai program-program pemerintah sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Penataan kota ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas dan kami mendukung penuh langkah tersebut,” katanya.
Ia menilai hasil penataan mulai terlihat, mulai dari trotoar yang kembali berfungsi, akses jalan yang lebih lapang, hingga kawasan yang semakin tertata dan nyaman.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik dukungan yang diberikan ketiga partai non-parlemen. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk partai politik.
“Kami membutuhkan dukungan dan kerja sama yang baik dengan berbagai kelompok masyarakat. Tidak semua hal bisa dikerjakan pemerintah sendiri,” ujar Munafri.
Ia menilai jaringan partai politik yang menjangkau hingga tingkat akar rumput menjadi kekuatan besar dalam membangun komunikasi publik yang efektif serta memperkuat pemahaman masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Munafri juga menegaskan bahwa seluruh program penataan kota dilakukan demi kepentingan masyarakat, mulai dari mengembalikan fungsi ruang publik, memperbaiki akses pejalan kaki, hingga menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
Di sisi lain, pemerintah terus menyiapkan lokasi relokasi yang layak bagi pelaku usaha terdampak penataan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik.
“Tujuan kita jelas, membangun kawasan yang lebih baik, memberikan tempat usaha yang lebih layak, sekaligus menghadirkan kota yang semakin nyaman bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Melalui komunikasi politik yang terbuka dan kolaboratif, Pemerintah Kota Makassar berharap seluruh elemen, termasuk partai non-parlemen, dapat menjadi mitra strategis dalam mengawal pembangunan serta menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat secara lebih luas. (*)





