
Di area pameran agribisnis, Unhas memperkenalkan berbagai inovasi unggulan yang lahir dari aktivitas penelitian dan pengembangan para dosen serta peneliti, termasuk di antaranya Jagung Jago, Ayam Alope dan drone pertanian.
Produk-produk tersebut hadir untuk menjawab tantangan sektor agrokompleks, mulai dari peningkatan produktivitas komoditas, penguatan nilai tambah hasil produksi, pengelolaan pascapanen, hingga pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Berbagai inovasi yang ditampilkan menarik perhatian pengunjung dari beragam kalangan, termasuk delegasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dari berbagai provinsi, pelaku usaha, mitra pembangunan, hingga perwakilan pemerintah daerah. Interaksi yang terbangun tidak hanya menjadi sarana promosi hasil riset, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai peluang penerapan teknologi dan pengembangan kerja sama di berbagai daerah.
Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina, S.Pi., M.Agr., Ph.D., menjelaskan, partisipasi pada PENAS XVII merupakan bagian dari komitmen Unhas untuk memperkuat hilirisasi hasil riset agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.





