MakassarNews

DLH Makassar Luncurkan Jelajah Sampah 2026 di Panakkukang, Perkuat Gerakan Kelola Sampah dari Rumah Menuju Makassar Bebas Sampah 2029

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Jelajah Sampah 2026 resmi dimulai di Kecamatan Panakkukang sebagai langkah awal menuju Makassar Bebas Sampah 2029. Melalui kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pengelolaan Persampahan, dan Dinas Ketahanan Pangan, kegiatan ini menghadirkan aksi plogging, edukasi, talkshow, hingga praktik pengelolaan sampah dan urban farming yang melibatkan masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema “Kelola Sampah dari Rumah, Wujudkan Kecamatan Bersih, Hijau, dan Produktif Menuju Makassar Bebas Sampah” tersebut dibuka oleh Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, dan diikuti ratusan Ketua RT dan RW, perangkat daerah, komunitas lingkungan, serta masyarakat. Pada pelaksanaan perdana, sebanyak 72,1 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan dipilah.

Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mengapresiasi tingginya partisipasi para Ketua RT dan RW yang dinilai memiliki peran strategis dalam menggerakkan masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

“Perubahan harus dimulai dari lingkungan terkecil. RT dan RW adalah ujung tombak yang akan mengajak masyarakat membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah. Kami mengajak seluruh warga untuk terus memulai dari rumah, karena Makassar yang lebih bersih dan berkelanjutan hanya bisa terwujud melalui kolaborasi dan kebiasaan baik yang dilakukan bersama,” ujarnya.

BACA JUGA  BPBD Tangani Pohon Tumbang dan Evaluasi Warga di Sejumlah Wilayah Rawan

Menurut Melinda, membangun budaya pengelolaan sampah membutuhkan proses yang panjang dan konsisten. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai fasilitas pengelolaan sampah yang telah tersedia, mulai dari bank sampah, komposter, budidaya maggot, hingga lubang biopori sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, menjelaskan bahwa Jelajah Sampah akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar. Kecamatan Panakkukang menjadi lokasi pertama pelaksanaan pada tahun 2026.

Menurutnya, program yang telah dijalankan sejak 2025 tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga wadah memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.

“Melalui Jelajah Sampah, kami ingin membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah, beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir akan berkurang secara signifikan,” kata Helmy.

BACA JUGA  MoU KPU Sulsel dan Dinas Pendidikan, Wujudkan Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda

DLH Kota Makassar juga menggandeng Dinas Pengelolaan Persampahan dan Dinas Ketahanan Pangan untuk memperkenalkan konsep ekonomi sirkular, di mana sampah organik diolah menjadi kompos maupun pakan maggot yang selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung urban farming dan ketahanan pangan keluarga.

Melalui program Jelajah Sampah, DLH Kota Makassar berharap pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi budaya masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, RT/RW, komunitas, dan seluruh warga, target mewujudkan Makassar yang bersih, hijau, produktif, dan bebas sampah pada 2029 diharapkan dapat tercapai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Makassar Zainal Ibrahim, jajaran Dewan Lingkungan Kota Makassar, Ketua TP PKK Kecamatan Panakkukang Qalby Ahmad, Camat Panakkukang Syahril, para lurah, serta ratusan Ketua RT dan RW se-Kecamatan Panakkukang. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button