
“Makassar tidak pernah kekurangan talenta seni. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana kita mengeksplorasi potensi itu menjadi kekuatan dan keuntungan bagi kota,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Appi kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan gedung pertunjukan seni yang representatif. Ia menargetkan pembangunan fasilitas tersebut dapat diselesaikan paling lambat pada 2028 sebagai bentuk dukungan nyata kepada para pelaku seni di Kota Makassar.
Menurutnya, hingga saat ini Makassar masih belum memiliki ruang pertunjukan yang memadai, padahal keberadaannya sangat penting untuk menunjang kreativitas seniman sekaligus menjadi sarana pelestarian sejarah dan budaya daerah.
“Hari ini Kota Makassar masih berutang kepada para seniman karena belum memiliki infrastruktur pertunjukan seni yang memadai. Insya Allah ini akan kami tuntaskan, tidak lebih dari tahun 2028,” tegasnya.
Lebih lanjut, Appi berharap Dewan Kesenian Makassar tidak hanya hadir sebagai organisasi yang bersifat seremonial, tetapi mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan seni dan kebudayaan melalui kolaborasi lintas sektor.





