
“Muballigh dan imam kelurahan memiliki posisi yang sangat strategis karena mereka merupakan pemimpin formal maupun informal yang dihormati masyarakat. Karena itu, mereka memiliki peran besar dalam menjaga kerukunan sekaligus menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai peningkatan kapasitas para muballigh dan imam kelurahan perlu terus dilakukan, baik dalam aspek kemampuan berdakwah, kepemimpinan, maupun pemahaman terhadap berbagai kebijakan dan program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar.
Zulkifli berharap seluruh peserta mampu menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan visi Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan (MULIA) melalui peran aktif di tengah masyarakat.
Selain itu, ia mengajak para muballigh dan imam kelurahan terus memperkuat nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebersamaan sebagai bagian dari identitas Kota Makassar yang selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman.
“Sejak dahulu kerukunan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Makassar. Berbagai suku, budaya, dan latar belakang hidup berdampingan dengan saling menghormati. Saya berharap para muballigh dan imam kelurahan terus menjaga dan merawat nilai-nilai tersebut,” katanya.





