
Wali kota yang akrab disapa Appi itu juga mengungkapkan capaian positif Kota Makassar dalam Indeks Kota Toleran. Ia menyebut posisi Makassar meningkat signifikan dari peringkat ke-49 hingga kini berhasil masuk sembilan besar kota paling toleran di Indonesia.
“Alhamdulillah, sekarang Kota Makassar berada di peringkat sembilan. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), yang terus membangun komunikasi dan pendekatan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Appi, capaian tersebut menjadi modal penting mengingat Makassar merupakan pintu gerbang Indonesia Timur dengan tingkat mobilitas penduduk, aktivitas ekonomi, serta keberagaman budaya dan agama yang sangat tinggi.
Ia mencontohkan kawasan BTP sebagai representasi kehidupan masyarakat yang multietnis dan multikeyakinan. Di kawasan tersebut, berbagai rumah ibadah berdiri berdampingan dan menjadi cerminan harmonisasi kehidupan warga.
“Di daerah BTP ini kami laporkan kepada Pak Menteri, masyarakatnya sangat multietnis. Di sini ada gereja, ada masjid, ada pura, sehingga menjadi contoh bagaimana keberagaman dapat hidup berdampingan,” katanya.





