
“Melalui gerakan Jumat Bersih dan Bank Sampah, kami ingin membangun kebiasaan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Harapannya, seluruh kader PKK dapat menjadi pelopor dalam mengedukasi masyarakat sehingga budaya memilah dan mengelola sampah dapat dimulai dari lingkungan keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, TP PKK Kota Makassar juga telah membentuk Bank Sampah sebagai upaya mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah rumah tangga.
“Seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen Ketua TP PKK Kota Makassar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal,” katanya.
Berbagai inovasi yang dipaparkan mendapat apresiasi dari peserta studi tiru. Mereka menilai pengalaman TP PKK Kota Makassar dapat menjadi referensi dalam mengembangkan program serupa di daerah masing-masing.
Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Wahyu Hernaningsih Seno, mengaku terkesan dengan kelengkapan administrasi dan inovasi program yang dimiliki TP PKK Kota Makassar.





