NewsRegional

OJK Sulselbar Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Barru, Libatkan 350 Peserta dari Berbagai Kalangan

SOLUSIMEDIA.ID, BARRU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) bersama Anggota Komisi XI DPR RI serta Pemerintah Kabupaten Barru menggelar kegiatan Edukasi Keuangan bertajuk Masyarakat Cerdas Finansial Menuju Kesejahteraan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Masiga Tower, Kabupaten Barru.

Kegiatan yang diikuti sekitar 350 peserta ini melibatkan guru, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping desa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di Kabupaten Barru.

Pelaksanaan edukasi ini merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), sekaligus mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Melalui kolaborasi antara OJK, DPR RI, Pemerintah Daerah, dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan, serta lebih waspada terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal dan kejahatan keuangan digital.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menyampaikan apresiasi kepada Komisi XI DPR RI atas dukungan yang terus diberikan terhadap berbagai program peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam memperkuat pelaksanaan mandat OJK untuk meningkatkan kecakapan finansial masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan formal.

BACA JUGA  Perwakilan Pj Gubernur Kaltim Resmi Membuka Kejuaraan Piala Gubernur.

Ia menjelaskan, tantangan sektor jasa keuangan saat ini bukan hanya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi juga meningkatkan pemahaman mengenai manfaat, risiko, biaya, hak, dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan.

“Literasi keuangan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang cakap finansial. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan, serta terlindungi dari berbagai modus aktivitas keuangan ilegal yang terus berkembang di era digital,” ujar Muchlasin.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc., menilai peningkatan literasi keuangan merupakan instrumen strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Menurutnya, masyarakat yang memahami pengelolaan keuangan, memanfaatkan pembiayaan secara produktif, dan menggunakan layanan jasa keuangan formal dengan bijaksana memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, mengembangkan usaha, serta memperkuat perekonomian daerah.

“Peningkatan literasi keuangan tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas UMKM, perluasan akses pembiayaan, penguatan budaya menabung dan berinvestasi, serta terbentuknya masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera,” kata Andi Yuliani Paris.

BACA JUGA  Wali Kota Munafri Tekankan Pentingnya Kualitas Pendidikan Berbasis AI

Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., turut mengapresiasi konsistensi OJK Sulselbar dalam menghadirkan berbagai program edukasi dan literasi keuangan di daerahnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Barru berkomitmen memperkuat sinergi bersama OJK guna memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal, aman, dan bermanfaat.

“Pemerintah Kabupaten Barru akan terus mendukung berbagai program literasi keuangan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, investasi yang aman, kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal dan investasi bodong, perlindungan data pribadi, hingga penggunaan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peran industri fintech pendanaan sebagai salah satu alternatif pembiayaan produktif yang legal, transparan, dan berada di bawah pengawasan OJK.

Melalui edukasi ini, OJK berharap masyarakat Kabupaten Barru semakin cakap mengelola keuangan, mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara bijak, serta menjadi agen literasi keuangan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Penguatan kolaborasi antara OJK, DPR RI, pemerintah daerah, PUJK, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang tangguh, inklusif, dan sejahtera. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button