
“Ini yang harus kita maksimalkan. Kita memang belum punya banyak pembatik sehingga motif-motif lokal masih perlu terus dikembangkan dengan lebih baik lagi,” jelasnya.
Munafri menegaskan keikutsertaan Pemerintah Kota Makassar pada HUT ke-46 Dekranas dan HKG PKK Nasional ke-54 bukan sekadar menghadirkan produk unggulan daerah. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ajang pemberdayaan pelaku UMKM, pelestarian budaya, sekaligus penguatan ekonomi kreatif.
Seluruh produk yang dipamerkan di stan Pemerintah Kota Makassar, kata dia, merupakan hasil karya para pengrajin lokal yang selama ini mendapatkan pembinaan dari Dekranasda Kota Makassar.
“Ini adalah hasil karya para pengrajin yang ada. Kita ingin memastikan bahwa di Kota Makassar ada pemberdayaan terhadap para pengrajin sekaligus upaya melestarikan budaya yang kita miliki. Semua itu kami tampilkan melalui stan Dekranasda Kota Makassar,” ungkapnya.
Menurut Munafri, penyelenggaraan event nasional seperti HUT Dekranas juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Makassar. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah mendorong peningkatan aktivitas di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh hingga jasa penyewaan kendaraan.





