
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Kesuksesan Kota Makassar menjadi tuan rumah Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 Tahun 2026 memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.
Selain menjadi ajang promosi produk kerajinan dan UMKM, kegiatan berskala nasional yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 tersebut juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, kuliner, transportasi, hingga perhotelan.
Selama pelaksanaan kegiatan, Makassar menjadi pusat pertemuan ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Tingginya mobilitas peserta turut menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Hingga 11 Juli 2026, total transaksi di seluruh stan pameran tercatat mencapai Rp4.157.212.250. Dari jumlah tersebut, stan peserta asal Sulawesi Selatan membukukan transaksi sebesar Rp1.012.340.400 atau sekitar 24,3 persen dari total transaksi nasional. Hingga penutupan kegiatan, total transaksi diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar.
Sementara itu, secara keseluruhan, perputaran ekonomi yang dihasilkan selama penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 diperkirakan melampaui Rp100 miliar.
Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, mengatakan Pemerintah Kota Makassar memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut meski tuan rumah utama berada di bawah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Perayaan HUT Dekranas dan HKG PKK ini tuan rumah utamanya memang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Tetapi karena pelaksanaannya berlangsung di Kota Makassar, tentu kami memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan,” ujar Melinda usai menghadiri penutupan HUT Dekranas dan HKG PKK di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Minggu (12/7/2026).
Menurut Melinda, dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Dekranasda Kota Makassar dalam berbagai agenda, mulai dari pameran kerajinan, festival kuliner, hingga promosi produk unggulan UMKM binaan.
Booth Dekranasda Kota Makassar menjadi salah satu yang paling banyak dikunjungi selama pameran. Beragam produk unggulan dipamerkan, seperti kain tenun Lagosi, baju bodo, tas anyaman, aksesori, perhiasan handmade, hingga minyak gosok tradisional khas Makassar yang menjadi salah satu produk dengan penjualan tertinggi.
Dekranasda Kota Makassar juga ambil bagian dalam Festival Kuliner Satu Kota 1000 Rasa dengan melibatkan 115 pelaku UMKM lokal yang menyajikan beragam kuliner khas daerah kepada ribuan pengunjung.
“Kami ingin ke depan semakin banyak lagi kreativitas maupun produk-produk kreatif lokal dan pengrajin binaan dari Dekranasda Kota Makassar bisa dipasarkan lebih luas,” katanya.
Melinda menilai HUT Dekranas menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Makassar di tingkat nasional. Namun, menurutnya, pekerjaan utama justru dimulai setelah kegiatan berakhir, yakni memastikan pembinaan terhadap pelaku UMKM terus berjalan agar kualitas produk semakin meningkat dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Sebagai tindak lanjut, Dekranasda Kota Makassar akan memperkuat program pengembangan industri wastra melalui pelatihan calon penenun bekerja sama dengan Cita Tenun Indonesia (CTI).
Program tersebut menargetkan sekitar 20 peserta yang telah memiliki kemampuan dasar menenun untuk mengikuti pelatihan selama satu tahun. Dari jumlah tersebut, saat ini telah terjaring sekitar 10 calon penenun.
Melalui program ini, Dekranasda berharap lahir generasi penenun baru yang mampu menghasilkan kain tenun berciri khas Makassar sekaligus memperkuat identitas wastra daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Harian HUT Dekranas ke-46, Sukarniaty Kondolele, mengatakan penyelenggaraan HKG PKK dan HUT Dekranas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi wadah promosi produk kerajinan, wastra, dan UMKM dari seluruh Indonesia.
Sebanyak 203 stan diisi peserta dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota yang menampilkan beragam produk unggulan berbasis budaya dan kearifan lokal.
Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi. Hingga 11 Juli, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 180 ribu orang dengan rata-rata 30 hingga 40 ribu pengunjung setiap hari. Pada puncak acara, jumlah pengunjung bahkan diperkirakan menembus 80 ribu orang dalam sehari.
Menurut Sukarniaty, tingginya angka kunjungan turut berdampak pada peningkatan transaksi serta menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari hotel, transportasi, restoran, pusat kuliner, jasa perjalanan wisata, pusat oleh-oleh, hingga pelaku UMKM di berbagai kawasan Kota Makassar.
“Secara keseluruhan, perputaran ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar. Ini menunjukkan bahwa event nasional mampu menjadi instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui sektor perdagangan, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, mengungkapkan hampir seluruh hotel di Makassar merasakan dampak positif dari penyelenggaraan dua agenda nasional tersebut.
Menurutnya, tingkat okupansi hotel selama kegiatan berlangsung mencapai 85 hingga 90 persen, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan kondisi normal yang berkisar 40 hingga 45 persen.
“Kami berterima kasih, ini merupakan event yang mampu menghadirkan pemerataan tingkat hunian hotel di Kota Makassar,” kata Anggiat. (*)





