
Untuk mendukung target tersebut, Unhas memperkuat tata kelola akademik melalui pemanfaatan sistem pemantauan berbasis data yang terintegrasi dengan early warning system. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi dini terhadap mahasiswa yang berpotensi mengalami keterlambatan studi, sehingga dosen pembimbing dan program studi dapat memberikan pendampingan akademik yang lebih tepat sasaran.
“Data akademik tidak hanya menjadi instrumen evaluasi, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Melalui pendekatan ini, kami dapat menyusun strategi pendampingan yang lebih efektif untuk mencegah keterlambatan studi dan meningkatkan keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikannya,” jelas Prof. Ruslin.
Penerapan sistem pemantauan akademik berbasis data menunjukkan bahwa peningkatan angka kelulusan tepat waktu tidak hanya bergantung pada capaian mahasiswa, tetapi juga pada kualitas tata kelola pendidikan. Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Unhas terus memperkuat layanan akademik agar setiap mahasiswa memperoleh dukungan yang diperlukan untuk menyelesaikan studi secara optimal.





