
Appi juga mengingatkan bahwa saat MCH pertama diluncurkan sempat muncul berbagai keraguan. Namun seiring berjalannya waktu, ruang tersebut justru berkembang menjadi pusat kegiatan yang dimanfaatkan secara aktif oleh generasi muda.
“Dulu sempat ada pandangan negatif. Tetapi sekarang kita bisa melihat sendiri bagaimana tempat ini dimanfaatkan untuk upskilling dan upgrading kemampuan anak muda, bahkan menjadi tujuan belajar bagi berbagai daerah di Indonesia,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Appi menegaskan bahwa peran pemerintah hanya sebatas sebagai fasilitator yang menyediakan sarana dan prasarana. Sementara pengelolaan program dan aktivitas di dalam MCH harus tetap berada di tangan anak muda agar lebih dinamis dan sesuai kebutuhan mereka.
“Pemerintah hanya menjadi fasilitator. Jangan membawa pola birokrasi ke dalam Creative Hub ini. Biarkan anak-anak muda yang mengelola dan mengembangkannya sesuai kebutuhan mereka,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah memanfaatkan fasilitas MCH Nabuka Nusantara sebagai ruang kolaborasi lintas sektor sekaligus mendukung berbagai kegiatan kreatif di Kota Makassar.





