
“Kalau diperkenankan, kami dari komunitas siap berkolaborasi di MCH, terutama dari sisi pengembangan technopreneur,” katanya.
Rama menilai, ruang kreatif seperti MCH tidak cukup hanya menyediakan fasilitas fisik. Lebih dari itu, generasi muda membutuhkan ekosistem yang mampu mendukung proses pengembangan diri, mulai dari akses terhadap mentor, fasilitator, ruang kolaborasi, hingga jejaring yang dapat membantu mereka mengubah ide menjadi karya dan usaha yang bernilai ekonomi.
“Kebutuhan anak-anak muda saat ini bukan hanya ruang, tetapi juga mentor, fasilitator, ruang berekspresi, rekomendasi, hingga pendampingan untuk mengembangkan potensi mereka,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Komdigi menawarkan peluang kerja sama melalui berbagai program peningkatan kapasitas di bidang teknologi digital. Salah satu yang diusulkan adalah penyelenggaraan sekolah coding serta program pengembangan startup yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas dan generasi muda di Makassar.
“Semangat Makassar Creative Hub adalah membangun ekonomi kreatif. Kami siap berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem tersebut, termasuk jika nantinya ingin menghadirkan sekolah coding maupun sekolah startup,” ungkap Rama.





